Selasa, 22 Oktober 2019

Morodadi Prima Double Decker – Setra Dengan Kearifan Lokal

Bus Tingkat Morodadi Primaragamoto.blogspot.com – Morodadi Prima Double Decker akhirnya rilis 27/05/2019 yang merupakan bus tingkat dengan chassis Mercedes Benz OC 500 RF 2542, berikut ini reviewnya.
Morodadi Prima merupakan karoseri tertua di Malang, dan merupakan salah satu karoseri terbesar di Indonesia.
Beberapa produk yang cukup terkenal dari karoseri asal Malang ini adalah Patriot, Zonda, Tourismo, Grand Tourismo, Ventura, Patriotace, dan beberapa unit minibus.
Karoseri ini memang menghadirkan produk yang terbilang masih bercita rasa Daimler Mercedes Benz atau bergaya Jerman.
Namun line up karoseri MP lebih banyak mengambil model Tourismo dan Setra.
Berbeda dengan karoseri Adi Putro yang lebih banyak berkiblat pada model Travego dan Setra.
Kiprah karoseri Morodadi Prima masih terkenal dengan karoseri yang memiliki struktur bodi yang kokoh dan berat.
Hal ini disebabkan oleh penggunakan material pipa dan plat yang lebih tebal jika dibandingkan karoseri lain di Indonesia.
Nah pada waktu yang lalu sudah resmi rilis bus tingkat Morodadi Prima dengan bendera PO. Safari Dharma raya (OBL) dengan nama Grand Tourismo DD.
Bus ini jika dilihat masih menggunakan gaya Daimler – Setra, tepatnya model Setra S 531 DT, berikut ini tampilan Setra Top Class S531 DT.


Keunggulan Setra S 531 DT
Keunggulan Setra S 531 DT

Setra S 531 DT ini juga terbilang masih baru, karena bus ini memang rilis pada tahun 2018 lalu dan memang perubahannya tidak terlalu cepat dibandingkan bus Indonesia.
Namun Setra memiliki keunggulan yang belum ada di bus Indonesia, keunggulan itu jika bisa dikembangkan tentunya sangat bagus sekali untuk perkembangan transportasi Indonesia.
Karena bus tingkat Morodadi Prima memiliki aksen dan garis desain yang masih mengacu pada desain Daimler Setra.
Maka kami sebut bus terbaru Morodadi Prima Double Decker ini merupakan Setra dengan kearifan lokal khususnya Malang.

Berikut Detail Morodadi Prima Double Decker:

Tampilan depan bus tingkat Morodadi Prima – OBL, dibuat dengan garis tegas dan radius bagian depan pun tidak begitu landai.
Bus tingkat ini tidak menggunakan topi atau sekat antar kaca depan, sama halnya Skylander milik New Armada.


Morodadi Prima Double Decker
Morodadi Prima Double Decker

Bukan tanpa alasan bus tidak menambahkan sekat atau topi tersebut, menurut pengakuan dari desainer New Armada Bp. Dedi bus tanpa sekat itu untuk memberikan aliran fluida yang lebih baik.
Jadi mungkin itulah alasan Setra pun tidak pernah menambahkan sekat atau topi pada bagian depan.
Dari hal tersebut karoseri New Armada dan Morodadi Prima pun mengimplementasikan model bus tingkat mereka tampil lebih mementingkan fungsi dari pada hanya style.
Trend double glass memang identik dengan sekat, sekat topi atau bando ini dipopulerkan oleh karoseri Marcopolo asal Brazil pada model Paradiso G7.


Paradiso G7
Paradiso G7, Photo: curbsideclassic.com

Detail Setra vs Morodadi Prima Double Decker

Dari gambar dibawah ini ada beberapa poin yang menjadi perhatian kami untuk bagian depan dan samping dari bus tingkat karoseri Malang Morodadi Prima.
  1. List pada roof masih menggunakan model seperti Grand Toursimo DG dengan ujung lampu berwarna merah. Model desainnya juga sama dengan list di SETRA.
  2. Bodi samping antar lantai atas dan bawah juga memiliki pola yang sama dengan SETRA.
  3. Untuk sisi bagian depan model Morodadi Prima sedikit memoles bentuknya sehingga tidak sama persis dengan SETRA.
  4. Plat Almunium pada sekat antar kaca memiliki bentuk yang mirip, hanya saja ditambahkan text Morodadi Prima sebagai penghias.
  5. Garis desain grill depan juga mirip, hanya saja jenis lampu yang digunakan berbeda dengan aslinya. Morodadi menggunakan model lampu yang digunakan oleh Legacy Sky SR 2. Begitu pula bentuk bumper juga mirip dengan Setra namun foglamp yang digunakan menggunakan model foglamp dari Jetbus 3+ karoseri Adi Putro.
  6. Garis desain pada sisi kaca bawah juga mirip dengan model SETRA hanya saja ujung pada garnisnya dibuat lebih besar karena untuk Text Morodadi yang juga lebih besar.


Komparasi Setra Vs Morodadi Prima
Perbandingan Setra VS Morodadi Prima

Beralih kebagian belakang bus ini, ada beberapa detail yang juga terinspirasi dengan model Setra yaitu pada sisi kap mesin.
Pada bagian lampu belakang yang merupakan kombinasi dari lampu karoseri lain di Indonesia yaitu rearlamp dari Laksana.
Dibagian belakang juga ada beberapa aksen yang masih terinspirasi oleh SETRA antara lina sebagai berikut.
  1. Bentuk potongan kaca belakang yang memiliki sudut seperti SETRA hanya saja emblem Morodadi diletakan dibagian dalam kaca, sedangkan model SETRA diletakan secara 3D (Ditiru oleh Adi Putro)
  2. Potangan garis kaca samping sisi belakang juga mirip yang membentuk radius seperti huruf C. Dan ada tambahan satu stop lamp di tengah spoiler.
  3. Kisi-kisi udara juga terdiri dari dua komponen hanya saja untuk model bus tingkat Morodadi keduanya berlubang dan untuk Setra hanya dibagian yang bawah saja.
  4. Bumper memiliki garis desain yang sama hanya karena peletakan plat nomor yang berbeda dan juga jenis lampu belakang juga berbeda sehingga ada sedikit penyesuaian. Model lampu yang digunakan pun juga sama dengan yang sudah di gunakan oleh Legacy SR 2 karoseri Laksana.


Morodadi Prima Vs Setra Belakang
Morodadi Prima Vs Setra Belakang

Pada kedua model ini peletakan muffler tidak di ekspose, posisi knalpot diletakan dibagian bawah dan lubang pembuangannya juga mengarah kebawah.


Bus tingkat OBL
Bus Tingkat OBL

Nah itu tadi sekilas mengenai Review dari bus tingkat Morodadi Prima, Malang yang kami khususkan hanya untuk bagian eksteriornya saja.
Untuk bagian interior mungkin akan banyak sekalian penyesuaian sesuai dengan permintaan dari PO yaitu Safari Dharma Raya.
Jika informasi ini bermanfaat silakan Anda bagikan dan jangan lupa ikut berpendapat dikolom komentar mengenai pandangan Anda dengan model ini.

Ini Harga Bus Legacy SR2 Suites Class, Nyamannya Mirip Business Class Pesawat

Ini Harga Bus Legacy SR2 Suites Class, Nyamannya Mirip Business Class Pesawat
 ragamoto.blogspot.com – Laksana hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 (GIIAS 2019) dan memperkenalkan secara resmi seri bus terbarunya, Legacy SR2 Suites Class yang menghadirkan tingkat kemewahan dan kenyamanan dengan privasi yang lebih tinggi.
Legacy SR2 Suites Class hadir dengan kursi yang lebih lebar dari biasanya, sandaran kaki rata dengan kursi, dan sandaran punggung yang bisa direbahkan hingga 150 (derajat). Pastinya bikin nyaman saat perjalanan jarak jauh. 
Setiap suite pada Legacy SR2 Suites Class ini dibikin senyaman mungkin dan memiliki privasi untuk setiap penumpang.
Fasilitas pada setiap kabin mirip Business Class pada pesawat, mulai dari WIFI, Audio Video On Demand. Penumpang bisa atur sesuai dengan keinginan baik film maupun musik. Tersedia juga USB Charging port dan lampu baca. 
Bukan hanya kelas Suites biasa aja, Bus model terbaru ini juga menyediakan empat VIP Suites pada cabin depan. Ukurannya lebih besar, kursi dengan bahan kulit asli, layar TV monitor yang lebih besar dan meja lipat. 
“Hadirnya Legacy SR2 Suites Class akan memberikan pengalaman berkendaraan menggunakan bus menjadi tak terlupakan dan semakin mewah. Dengan menggunakan Legacy SR2 Suites Class penumpang dapat dipastikan bisa menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman sambil menikmati berbagai kemewahan fasilitas yang tersedia.” ungkap Stefan Arman, Direktur Teknik Karoseri Laksana.
Bus dengan model Legacy SR2 ini menggunakan sasis Hino RN 285. Legacy SR2 Suites Class akan lebih nyaman lagi dengan kinerja pengereman Full Air Brake. Untuk harga, bus yang sudah di sold out kepada Sinar jaya ini dibanderol Rp 1,8 milyar untuk full body-nya

Bus Terbaru Sumber Selamat Discovery DC03

                                       Bus Terbaru Sumber Selamat
ragamoto.blogspot.com – Sumber Selamat merupakan grup dari Sugeng Rahayu yang terkenal dengan nama Sumber Kencono pada waktu dulu, kini Sumber Selamat menghadirkan bus terbarunya besutan karoseri Laksana yaitu model Discvery DC03.

Discovery DC 3

Bus terbaru Sumber Selamat ini berbodi Discovery DC 03 yaitu merupakan model terbaru dari Discovery, banyak bagian yang diperbaharui dari Discovery DC03 dibandingi versi Discovery sebelumnya karoseri Laksana ini antara lain:
  • Headlamp
  • Rearlamp
  • Grill Terbaru
  • Fog lamp
  • Garnis
  • Roof
  • Pilar Z
  • dan lainnya
Versi Discovery pertama masih menggunakan headlamp yang lebar dengan variasi-variasi led pada reflektor dan untuk garnis bagian samping juga masih terlihat cambung.
Begitu juga untuk bagian depan grill terlihat kisi-kisi terlihat lebar karena diperuntukan untuk bus mesin depan.

Discovery Sumber Selamat
Discovery Sumber Selamat Versi Pertama
Selanjutnya munculah versi limited edition Maximbus untuk facelift dari Discovery yang saat itu dipesan oleh PO. Putra Mulya, Maxibus memiliki model lampu yang baru sehingga tampilan depan bus makin terlihat lebih elegan.
Dan disitu Sugeng Rahayu membuat versi Discovery dengan model lampu seperti Maxibus namun tetap dengan garis desain Discovery.

Dicovery Sugeng Rahayu
Dicovery Sugeng Rahayu
Nah yang terbaru munculkan Discovery DC03 mungkin yang dimaksud Discovery versi ketiga yang memang diperuntukan bagi bus bermesin depan seperti HINO AK.
Model ini biasanya di peruntukan untuk bus-bus jarak pendek, kelas ekonomi atau bus ATP (AC Tarif Biasa)

Foto-foto bus terbaru Sumber Selamat Discovery DC03.

Secara garis besar model Discovery DC03 Sumber Selamat ini mengadopsi dari Legacy SR 2 yang merupakan produk kelas premium bus dari karoseri Laksana. Hal in dapat dilihat dari Headlamp dan Rearlamp yang menggunakan model Legacy SR2.
Kemudian juga untuk gaya garnis sisi samping juga merupakan garnis dari Legacy Sky SR 2 hanya saja di ambil bagian bawahnya saja.
Bahkan garis desain pilar Z pun di buat seperti model Legacy Sky SR 2 yang dibuat kamuflase sehingga atap bus seolah melayang.
Namun untuk model roof bagian depan masih dengan gaya Discovery berbeda dengan model Legacy SR 2 yang lebih cembung.
Namun untuk satu hal yang menurut kami kurang enak dilihat adalah bus ini menggunakan single glass namun dipaksakan dengan menambahkan topi/sekat dibagian depan.
Sekat yang terpasang di depan terlihat kurang enak dipandang meski mungkin dibuat untuk mengikuti trend saat ini dengan model double glass. Tapi tentunya owner Sumber Group sudah mempertimbangkan model yang mereka inginkan.
Nah untuk interior sendiri memang simple dengan dashboard coklat terbuat dari ABS dengan paduan coklat tua terlihat simple dipadukan dengan seat konfigurasi 2-3 yang terlihat padat.
Jadi itu tadi sekilas mengenai bus terbaru dari Sumber Selamat dengan model Discovery DC03, bagaimana menurut Anda ?

Mewahnya Eksterior Evolander SHD dari Karoseri New Armada

                                            Mewahnya Eksterior Evolander SHD dari Karoseri New Armada


ragamoto.blogspot.com - Pilihan bus mewah untuk pengusaha angkutan kini semakin banyak saja. Hampir semua karoseri ternama Tanah Air sejak tahun 2017 banyak meluncurkan model bus terbaru untuk segmen premium.

Karoseri New Armada salah satunya. Karoseri dari Magelang, Jawa Tengah ini memiliki bus mewah yang diberi nama Evolander SHD. Evolander SHD merupakan pengembangan dari bus Evolander yang pernah diluncurkan karoseri ini beberapa tahun lalu.

Pesona Evolander SHD ini tampak kuat pada tampilan eksteriornya yang terlihat lebih gagah dari Evolander terdahulu. Apa itu? tak lain dan tak bukan adalah hadirnya 'topi' yang menjadi ciri khas bus SHD di Indonesia.

Topi dimaksud sebenarnya adalah pilar mendatar yang membagi dua kompartemen kaca depan, antara kaca atas dan kaca bawah. Topi di Evolander SHD ini tak seperti bus SHD lain karena tidak menyematkan tarikan pilar sampai ke sisi samping bus bagian depan.

Istilah lainnya bus SHD ini menggunakan kaca ganda atau double glass untuk kaca bagian depannya. Pengunaan kaca ganda ini untuk mengimbangi tinggi bodi bus yang lebih jangkung dari bus biasanya.



Evolander SHD ini sudah menggunakan lampu LED di bagian depan dan stoplamp di bagian buritan. Ini membuat sorot lampu bus menjadi lebih terang, terlihat lebih mewah dan elegan.
Desain lampunya pun juga keren lho, karena belum diaplikasikan oleh banyak karoseri di bus baru mereka.

Di bagian samping, Evolander SHD tampil dengan tarikan garis yang simpel namun elegan yang tetap mempertahankan garnis warna perak di bagian punuk atasnya. Kaca samping juga didesain lebar.



Sementara, bagasi bawah dibuat sangat lega. Sepeda motor pun bisa masuk. Sangat cocok untuk dijadikan bus malam AKAP yang menjelajahi rute ke daerah pelosok.

Di bagian buritan, Evolander SHD tampil tak kalah elegan. New Armada menyebutnya Sportline rear fin pada kisi-kisi udara di ruang mesin di bagian belakang bus ini.

Inilah Keunggulan Bus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 Double Deckers

Ciputat – Armada Bus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 Double Deckers baru milik Lorena Transport Tbk. dan Karina Transport membawa banyak keunggulan bus Mercedes-Benz yang telah dipercaya selama lebih dari empat dekade.

Sejak pertama kali menjalankan roda bisnisnya di tahun 1970, GT. Soerbakti, pendiri sekaligus Presiden Direktur Lorena Transport Tbk. telah memilih bus-bus Mercedes-Benz sebagai armada yang melayani penumpangnya. “Armada kami 100 persen menggunakan Mercedes-Benz sejak pertama kali hingga saat ini,” ujar GT Soerbakti. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa Lorena dan Karina juga memilih Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 Double Deckers sebagai salah satu unggulan di armada mereka.

Berdasarkan keterangan Adri Budiman, Deputy Director Sales Bus & Van Mercedes-Benz Indonesia, chassis RF2542 ini diimpor utuh dari Eropa, khusus untuk pasar Indonesia. “Dengan triple axle, chassis RF2542 ini dapat digunakan untuk bus maxi maupun double decker,” ujarnya. Sejak tahun 2015, chassis ini juga telah digunakan oleh beberapa Perusahaan Otobus (PO) di Indonesia untuk bus-bus penumpang yang melayani trayek jarak jauh.


Di atas chassisnya, terdapat mesin OM457LA yang memiliki kapasitas mesin 11.967 cc dan menghasilkan tenaga puncak hingga 422 hp pada 2.000 rpm dan torsi raksasa hingga 1.900 Nm pada 1.100 rpm. Di Indonesia, mesin yang mengusung teknologi Bluetec khas Mercedes-Benz ini disiapkan untuk memenuhi standar emisi Euro 3. “Mesinnya tentu saja telah disesuaikan dengan kualitas bahan bakar diesel yang tersedia di Indonesia,” papar Adri.


Untuk mendistribusikan limpahan tenaganya, chassis RF 2542 pada Double Decker milik Lorena dan Karina ini menggunakan transmisi otomatis Ecolife 6-speed produksi ZF yang menggerakkan kedua sumbu roda belakang. Yang lebih istimewa, gandar ketiga memiliki mekanisme kemudi yang memungkinkan bus ini memiliki radius putar lebih kecil.


Inilah Keunggulan Bus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 Double Deckers


“Sehingga meskipun badan bus mencapai 15 meter, namun radius putarnya tetap kecil untuk dapat bermanuver di jalanan Indonesia yang relatif kecil,” ujar Adri. Secara dimensi, chassis RF 2542 memiliki dimensi 2.500 x 14.355 x 1.720 mm, dengan suspensi udara independen di keenam rodanya yang menjanjikan kenyamanan optimal bagi para penumpang. Selain itu, untuk keselamatan, bus ini juga telah menggunakan rem cakram yang dilengkapi dengan ABS (Antilock Brake System), Brake Assist dan EBS (Electronic Brake System), serta sistem pengendalian ASR (Traction Control) dan ESP (Electronic Stability Program).


Badan bus Mercedes-Benz Double Decker milik Lorena dan Karina ini dibuat oleh Karoseri Adiputro, yang di dalamnya dapat mengangkut penumpang hingga 44 orang. Untuk menjamin kenyamanan penumpang, seluruh tempat duduk telah menggunakan captain seat dengan reclining dan sandaran kaki (leg rest), yang semuanya dibalut material kulit. Setiap penumpang juga mendapatkan sistem hiburan individual, berupa TV yang dapat digunakan menonton film atau mendengarkan musik. Terdapat port USB yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel.

Inilah Keunggulan Bus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 Double Deckers


Di dalam bus ini juga tersedia toilet, water dispenser dan ruangan khusus merokok yang tersedia di bagian belakang bus. Total harga yang harus dikeluarkan oleh pihak Lorena dan Karina untuk meminang bus ini adalah Rp 3,3 Miliar hingga Rp 3,4 Milliar per unitnya.

Opticruise, Transmisi Semi-Otomatis Canggih dari Scania

Mengawali postingan perdana di awal pekan, kami mencoba mengulas tentang transmisi canggih dari Scania, yakni Opticruise. Belakangan ini, Scania Opticruise sedang hangat kembali diperbicangkan di kalangan pencinta bus Indonesia. Sebelumnya, transmisi ini sudah ada di Indonesia tersemat di Scania generasi empat, yakni K124, populasinya pun tidak banyak di Indonesia. Kini dihadirkan kembali oleh ATPM Scania di Indonesia, PT United Tractors melalui Scania K360 atau generasi lima (Scania KN Series). Namun tentunya ada perbedaan di segi pengoperasian dan fiturnya. Sebenarnya apa itu Scania Opticruise? Apa keuntungannya bagi operator, pengemudi dan tentunya penumpang? kami mencoba mengulasnya untuk kalian.
09138-049 | Ilustrasi
Opticruise adalah transmisi semi-otomatis dari Scania, menggunakan electro-hydraulic sebagai pengendali kopling untuk kehalusan dan kepresisian perpindahan gigi. Scania mengklaim ini adalah cara baru dalam perpindahan gigi. Opticruise, dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan berkendara pada penumpang dan dilengkapi dengan beberapa fitur terbaru yang terintegrasi untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik lagi dari generasi sebelumnya.
Mekanisme perpindahan gigi secara otomatis memberikan keuntungan kepada pengemudi, penumpang dan tentunya operator. Disamping memberikan kenyamanan, pengemudi dapat lebih leluasa berkonsentrasi mengendalikan kendaraan dan fokus kepada lalu lintas sekitar, tanpa terbagi konsentrasinya untuk mengontrol putaran mesin dan memindahkan persneling.
Menurut Scania dalam keterangan rilisnya, Opticruise transmission ini adalah yang pertama dalam pasar fleet, yang tentunya melewati serangkaian penyempurnaan setiap generasinya.
Apa yang ditawarkan oleh Opticruise generasi terbaru ?
  • Sistem transmisi otomatis terbaru, menggantikan sistem kopling konvensional dengan pedal kopling.
  • Transmisi otomatis terbaru yang di kontrol dengan sistem electro-hydraulic dengan tingkat kepresisian tinggi.
  • Manoeuvering Mode menyediakan kehalusan dalam mengontrol mesin dan ketika akselereasi awal dengan mengontrol kopling secara baik. Contohnya ketika digunakan saat memasuki kapal feri ataupun saat plesiran.
  • Transmisi otomatis dengan perpindahan gigi yang halus dan cepat, meminimalisir hentakan seperti transmisi otomatis konvensional.
  • Proteksi elektronis yang komperhensif, menjaga penggunaan kampas kopling seminimal mungkin.
  • Scania Opticruise dapat disandingkan dengan Girboks 8 dan 12 kecepatan, dikombinasikan dengan pilihan mesin yang tersedia.
  • Hill Hold (penahan dalam jalan menanjak) sudah menjadi standar kelengkapan. Memudahkan pengemudi mengatur momentum tenaga yang diperlukan ketika menanjak.
  • Tak perlu khawatir kehilangan tenaga saat menanjak, sistem perpindahan gigi terbaru mengupayakan penurunan gigi secara awal jika dibutuhkan saat menanjak.
  • Adaptasi perpindahan gigi secara otomatis mengikuti gaya mengemudi masing-masing pengemudi.
Apa perbedaan Scania Opticruise pada Scania K124 dan Scania K360 ?
Perbedaan paling mendasar ialah, tuas transmisi Opticruise untuk generasi empat (Scania K124) masih berbentuk seperti tuas transmisi stick pendek Scania yang berjenis manual, serta untuk pengoperasiannya masih dibutuhkan pedal kopling untuk mengamankan perpindahan gigi dari N ke D (Drive) atau Automatic Mode (A)
SELECTOR SCANIA OPTICRUISE
Berikut adalah gambaran pengoperasian tuas transmisi Opticruise untuk generasi empat (Scania K124)
  • Untuk melakukan perpindahan gigi dari N ke A (Automatic Mode, yakni mode perpindahan gigi secara otomatis/ Drive) diharuskan menginjak kopling terlebih dahulu, lalu geser tuas kebawah untuk mulai menjalankan kendaraan.
  • Untuk melakukan perpindahan gigi secara manual atau M (Manual Mode, yakni perpindahan gigi secara manual) dapat langsung menggeser tuas kebawah lalu geser ke kanan untuk menaikkan posisi gigi dan geser ke kiri untuk menurunkan posisi gigi sesuai kebutuhan dan putaran mesin.
  • Untuk mundur atau R (Reverse) geser tuas ke posisi paling atas.
Ada tombol tambahan yang ada dibawah lever transmisi, digunakan untuk mode Automatic dan memiliki dua pilihan yakni :
D : Drive Mode, penggantian gigi dilakukan pada RPM tertentu, dipakai di daerah datar
H: Hill Mode, penggantian gigi dilakukan pada RPM yang lebih tinggi, contohnya pada saat bus mulai masuk daerah perbukitan maka pengemudi harus menggunakan mode ini, tujuannya agar saat turunan untuk engine braking dapat lebih efektif dan saat tanjakan penggantian giginya tidak akan terlalu cepat.
Sementara, tuas transmisi Opticruise untuk generasi lima, sudah menyatu dengan tuas retarder yang terletak di kanan kolom setir. Bentuknya seperti tuas sein serta pengoperasiannya sudah tidak membutuhkan menginjak kopling alias fully automated :
Tuas Kontrol Opticruise
Berikut adalah gambaran pengoperasian tuas transmisi Opticruise generasi terbaru, untuk generasi lima (K380,K310,K360).
  1. Pemilihan mode : R-N-D (Reverse/Mundur – Neutral/Netral- Drive/Menjalankan kendaraan) Posisi power mode berada paling akhir setelah D (Drive).
  2. Pengaturan perpindahan gigi secara otomatis / manual.
  3. Perpindahan gigi naik/turun : Tarik tuas untuk menaikkan posisi gigi atau dorong kebawah tuas transmisi untuk menurunkan posisi gigi.
  4. Manoeuvring Mode : Untuk memasuki mode ini, dorong kebawah tuas selama 0.8 detik ketika kecepatan rendah atau posisi mesin sedang stasioner.
  5. Floor Switch : Memicu menurunkan posisi gigi untuk mendapatkan tenaga maksimum dan menggunakan exhaust brake tanpa melibatkan retarder.
Indikator posisi gigi di layar instrument
Indikator Gear di Instrumen
  • R, Reverse (Mundur)
  • A, Automatic (Perpindahan gigi secara otomatis)
  • M, Manual (Perpindahan gigi secara manual)
  • AP/MP, Automatic/Manual Power Mode (Perpindahan gigi secara otomatis/manual dalam mode Power Mode)
  • Huruf diikuti pada posisi gigi yang sedang digunakan pada display. Contohnya, A12, M12, AP9, MP9.
  • N, Neutral (Posisi transmisi netral)
  • Posisi gigi selanjutnya dapat diketahui dalam mode A atau P
  • Untuk mengetahui masuk Manoeuvring Mode, tandanya adalah pada huruf “m” setelah posisi gigi yang sedang digunakan. Contohnya A1m
Pengoperasian Scania Retarder
  • Tarik tuas kebawah (ada lima posisi) untuk pengereman menggunakan retarder. Exhaust brake ikut digunakan ketika berada pada posisi kelima.
  • Penggunaan retarder secara otomatis melalui pedal rem : Atur tombol AUT pada tuas ke posisi 1
  • Ketika penggunaan mode retarder secara otomatis, brake blending digunakan untuk menambah kekuatan pengereman ketika menurunkan posisi gigi atau bahasa gampangnya engine brake effect. Roda rem akan secara otomatis mengaplikasikannya untuk mendapatkan pengereman secara halus.
Hill-Hold (Penahan dalam jalan menanjak)
  • Bekerja ketika mendaki atau menuruni bukit
  • Ketika sedang stasioner, roda rem akan mengaplikasikannya sekitar tiga detik ketika mengangkat kaki dari pedal rem. (peringatan audio dan visual akan aktif mengingatkan)
  • Ketika melepas pedal akselereator / pedal gas, hill-hold tidak akan lepas sampai torsi cukup untuk mencegah kendaraan terbalik.
Jika dilihat dari penjelasan diatas, teknologi transmisi semi-otomatis terbaru ini semakin memudahkan pengemudi dalam mengendarai armadanya serta menghemat biaya operasional bagi operator bus. Seperti pernyataan yang dilontarkan oleh Sales Engineer, PT. United Tractors yang membawahi Scania, Mochamad As’at yang yang garasibus kutip dari situs haltebus.com dalam salah satu artikelnya. “Kami menghadirkan transmisi otomatis agar pelaku usaha transportasi bus bisa profitable.”
Dan yang semakin menambah kemudahan bagi para pengemudi khususnya, segala aktivitas bus dapat dipantau melalui panel instrumen. Menurut As’at, seperti yang dikutip dari situs haltebus.com, fitur-fitur yang bisa ditampilkan di panel instrumen akan merekam dan menilai perilaku pengemudi secara menyeluruh selama perjalanan. Data yang terekam lalu disajikan dalam layar berbahasa Indonesia dengan empat parameter. Ada rekaman pemilihan gigi yang juga terkait putaran mesin, antisipasi pengemudi terhadap situasi jalan, pengendalian bus di tanjakan, serta kerja sistem pengereman.
Keempat faktor itu, lanjutnya, berpengaruh pada kinerja konsumsi bahan bakar selama bus beroperasi. Ada pula indikator yang menunjukkan berapa lama mesin bekerja sejak pertama dihidupkan di awal perekaman hingga perekaman berakhir. Pada akhirnya, prinsip untuk mencapai target bahan bakar ekonomis, pengendalian yang membuat penumpang aman dan nyaman selama perjalanan serta keawetan suku cadang seperti kanvas rem dan kopling, yang didambakan pengusaha bus mudah tercapai.

Mengenal Bus Volvo B7R , Chasis Bus Premium Pertama Volvo di Indonesia

                                                

ragamoto.blogspot.com  – Dear pembaca semua, pada medio 2000 Indonesia benar benar kebanjiran chasis bus premium dari pabrikan Eropa, Selain Scania dan MAN, turut masuk pula Volvo, dengan Chasis andalan tipe Volvo B7R , seperti bus eropa lainnya bus ini menggebrak pasar dengan menawarkan mesin bertenaga besar, dan kenyamanan khas air supension.
Berbagai perusahaan otobus pun kemudian berbondong bondong membeli chasis ini,  layaknya Scania, Chasis Volvo pun kemudian menjadi chasis premium bagi PO Tersebut, dipakai sebagai kelas teratas dalam suatu PO , baik untuk line reguler maupun untuk bus wisata.
Populasi bus Volvo di Indonesia pun bertambah dengan cepat. tercatat Po Dewi Sri, Nusantara, Sumber Alam, Metopolitan, Sistrans, Purwo Widodo, SAN, Makmur, Harapan Jaya,Ismo, AO Trans, Pahala Kencana dll sebagi pembelinya, bahkan ada beberapa Po bus yang mempunyai hingga puluhan chasis Volvo B7R, salah satunya adalah Po Dewi Sri yang mempunyai hingga 20 Unit chasis Volvo, Penjualan Chasis Volvo B7R bisa terbilang moncer pada masa itu,


Volvo B7R ditenagai oleh mesin diesel turbo intercooler berkode D7E, dengan kapasitas mesin 7000 cc, mesin ini mampu mengelurakan tenaga maksimal hingga 290 hp @2100 rpm, sedangkan torsi maksimal mencapai 1200 nm@ 1050-1650 rpm, jelas sangat bertenaga karena torsi raksasa sudah didapat bahkan dari rpm yang sangat rendah 1050 rpm, joss gandoss tenann.. tenaga dari mesin kemudian disalurkan via transmisi manual 6 percepatan dari ZF.
Cakepnya lagi Volvo b7r juga sudah dilengkapi dengan fitur retarder lansiran Voith, sehingga bisa memperpanjang umur kampas rem 😀 , mesin Volvo mudah dikenali karena mempunyai cat standar warna hijau 😀
Urusan kenyamanan jangan ditanya lagi, karena sudah menggunakan air suspension, suspensi depan ditopang oleh 2 balon udara, sedangkan suspensi belakang ditopang oleh 6 balon udara yang dikontrol secara elektronik, stabilizer juga sudah menjadi kelengkapan standar di ban depan dan belakang ..
Di Indonesia sendiri ada dua generasi Volvo B7R yang masuk, untuk membedakannya bisa dilihat pada dashboardnya, pada Volvo B7R generasi awal indikator speedometernya masih full analog.
Sedangkan pada Volvo B7R generasi generasi kedua speedomter sudah semi digital sama seperti milik trul Volvo, dimana tersedia juga panel MID untuk diagnostik dan menampilan berbagai informsi mesin secara realtime, transmisi yang digunakan juga matic bukan manual
Tak ada gading yang tak retak, peribahasa ini juga berlaku untuk chasis bus volvo, well meskipun menawarkan tenaga yang besar dan kenyamanan top markotop, namun setahu awb harga spare part cukup mahal, akibatnya banyak bus volvo yang kemudian berhenti beroperasi karena po sudah tidak mampu untuk merawat, bahkan ada Po yang kemudian mengganti mesinnya dengan mesin mitsubishi.